News

6 Tujuan Kegiatan Distribusi yang Wajib Diketahui Pebisnis Cerdas!

target kpi adalah hal yang perlu diawasi

Distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen, baik secara langsung maupun melalui perantara seperti distributor, agen, grosir, dan pengecer. Tujuan distribusi adalah memastikan produk tersedia di tempat, waktu, dan jumlah yang tepat dengan biaya yang efisien, sehingga konsumen mudah mendapatkannya dan penjualan perusahaan bisa tumbuh.

Kegiatan distribusi bukan sekadar mengantar barang dari pabrik ke toko. Distribusi yang baik membantu bisnis, seperti ritel atau grosir, mendapatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Melansir dari laman Detik.com, berikut ini beberapa tujuan kegiatan distribusi beserta contohnya.

banner distribusi

1. Memastikan ketersediaan produk

Ketersediaan yang konsisten bukan hanya sekadar aspek operasional, tetapi juga menjadi landasan penting dalam menjaga citra merek, membangun kepercayaan konsumen, dan meningkatkan konversi penjualan. Ketersediaan produk yang konsisten juga mengirimkan pesan kepada konsumen bahwa perusahaan dapat diandalkan.

Pelanggan akan cenderung lebih percaya pada perusahaan yang selalu menyediakan produk yang mereka inginkan. Dengan demikian, kepuasan pelanggan akan meningkat. Perusahaan tidak akan kecewa karena produk yang diinginkan habis atau tidak tersedia saat mereka membutuhkannya. Konsumen jadi tidak perlu menunggu atau mencari alternatif jika produk yang mereka inginkan selalu ada.

Contoh: distributor air minum dalam kemasan menjadwalkan pengiriman rutin ke warung dan minimarket setiap minggu. Saat permintaan naik, misalnya menjelang Lebaran, frekuensi pengiriman ditambah agar stok di toko tidak kosong.

2. Mengurangi biaya dan waktu

Efisiensi dalam distribusi bukan hanya tentang menghemat sumber daya, tetapi juga tentang meningkatkan daya saing, memaksimalkan profitabilitas, dan memberikan nilai tambah kepada konsumen. Bisnis yang mampu mengurangi biaya dan waktu distribusi memiliki keunggulan kompetitif, sehingga mampu untuk menawarkan harga yang lebih kompetitif kepada konsumen dan mengambil pangsa pasar lebih besar.

Dengan mengurangi biaya, Anda dapat meningkatkan marjin keuntungan. Setiap biaya yang dihemat dalam distribusi akan langsung berkontribusi pada laba bersih. Salah satu cara untuk mengurangi biaya dan waktu adalah menggunakan teknologi untuk otomatisasi proses seperti pemrosesan pesanan dan pengiriman seperti MileApp. Ini dapat mengurangi kesalahan manusia dan mempercepat proses.

Contoh: distributor FMCG yang sebelumnya menyusun rute pengiriman secara manual beralih ke optimasi rute otomatis. Satu armada bisa melayani lebih banyak toko dalam satu perjalanan, sehingga pemakaian BBM dan jam kerja driver lebih hemat.

Baca juga: Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat di Industri Manufaktur dan Distributor

3. Mendukung penjualan dan pertumbuhan bisnis

Kegiatan distribusi bukan hanya sekadar memindahkan produk, tetapi juga berkontribusi secara signifikan terhadap penjualan dan pertumbuhan bisnis. Distribusi yang baik memungkinkan Anda untuk menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan peluang untuk peningkatan penjualan.

Produk yang tersedia dengan mudah dapat merangsang minat konsumen dan membantu mendorong pertumbuhan bisnis Anda. Dengan mendukung penjualan, pendapatan dapat meningkat, sehingga membuka peluang untuk investasi, inovasi, dan ekspansi.

Contoh: produsen makanan ringan meluncurkan varian baru. Dengan jaringan distribusi yang sudah menjangkau ribuan outlet, produk baru itu bisa langsung dipajang di rak toko di banyak kota pada minggu yang sama dengan kampanye iklannya.

4. Menjangkau pasar lebih luas

Tujuan kegiatan distribusi juga melibatkan menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan strategi distribusi yang tepat, Anda dapat membawa produk Anda ke berbagai wilayah bahkan mencapai taraf internasional. Hal ini membuka peluang untuk menggali segmen pasar baru dan memperluas basis pelanggan Anda, menghasilkan pertumbuhan yang lebih beragam. Semakin luas jangkauan pasar, semakin besar peluang untuk peningkatan penjualan.

Contoh: UMKM keripik dari satu kota bekerja sama dengan distributor regional dan menjual lewat marketplace. Produknya kini bisa dibeli konsumen di luar pulau tanpa harus membuka toko sendiri di sana.

5. Meningkatkan efisiensi rantai pasok

Dengan mengelola persediaan dengan bijak, Anda dapat menghindari stok berlebihan atau kekurangan yang berdampak pada kelancaran aliran produk dari produsen hingga konsumen. Efisiensi ini membantu mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mencegah kerugian yang tidak perlu.

Rantai pasok yang efisien memungkinkan produk mencapai konsumen lebih cepat. Ini memberikan kepuasan kepada pelanggan dan memungkinkan Anda merespons perubahan pasar dengan lebih cepat.

Contoh: distributor obat memantau data penjualan dari apotek mitra. Ketika permintaan obat flu naik di musim hujan, stok di gudang wilayah itu segera ditambah, sementara produk yang lambat terjual tidak dipesan berlebihan.

Baca juga: 5 KPI Penting Kinerja Logistik dalam Distribusi FMCG

6. Memaksimalkan penjualan

Maksimalkan penjualan adalah tujuan inti dari setiap bisnis, dan kegiatan distribusi memainkan peran penting dalam mencapai tujuan ini. Dengan merancang strategi distribusi yang cerdas dan efektif, Anda dapat meningkatkan peluang untuk menjual produk Anda kepada lebih banyak konsumen. Selain itu, penjualan yang lebih tinggi akan meningkatkan profitabilitas bisnis Anda.

Jika Anda memiliki volume penjualan yang lebih tinggi, Anda mungkin memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam negosiasi dengan pemasok atau mitra bisnis lainnya.

Contoh: distributor menugaskan sales taking order untuk mengunjungi toko secara terjadwal. Selain mencatat pesanan rutin, sales juga menawarkan produk lain yang belum dijual toko tersebut, sehingga nilai pesanan per kunjungan naik.

Fungsi distribusi

Tujuan dan fungsi distribusi saling berkaitan, tetapi tidak sama. Tujuan menjelaskan hasil yang ingin dicapai, sedangkan fungsi menjelaskan peran yang dijalankan kegiatan distribusi. Berikut fungsi distribusi yang umum dikenal:

  • Pengangkutan (transportasi). Memindahkan barang dari produsen ke gudang, distributor, hingga toko dengan kendaraan yang sesuai.
  • Penyimpanan (storage). Menyimpan barang di gudang agar stok tetap tersedia saat dibutuhkan, termasuk untuk barang musiman.
  • Penjualan. Menyalurkan dan menjual produk kepada pedagang atau konsumen melalui tim sales, toko, atau kanal online.
  • Pembelian. Perantara seperti distributor dan grosir membeli barang dari produsen dalam jumlah besar untuk dijual kembali.
  • Standardisasi dan klasifikasi. Mengelompokkan barang berdasarkan ukuran, kualitas, atau jenis agar mudah dijual dan diperiksa.
  • Pengemasan. Melindungi barang selama pengiriman dan menyesuaikan ukuran kemasan dengan kebutuhan toko.
  • Penyebaran informasi. Menyampaikan informasi produk, harga, dan promo ke pasar, serta membawa masukan dari pasar kembali ke produsen.

Jenis-jenis distribusi

Berdasarkan jalurnya, distribusi dibagi menjadi tiga jenis. Pemilihan jenis distribusi bergantung pada karakter produk, jangkauan pasar, dan kemampuan perusahaan.

Jenis distribusi Alur Contoh Cocok untuk
Distribusi langsung Produsen → konsumen Petani menjual sayur di pasar, produsen roti menjual di toko sendiri atau lewat website Produk mudah rusak, pasar lokal, atau produk pesanan khusus
Distribusi semi langsung Produsen → satu perantara milik atau mitra dekat produsen → konsumen Produsen membuka showroom atau toko cabang resmi Produk yang butuh kontrol harga dan layanan purna jual
Distribusi tidak langsung Produsen → distributor/agen → grosir → pengecer → konsumen Mi instan, sabun, dan minuman kemasan yang dijual di warung dan minimarket Produk FMCG dengan pasar luas dan volume besar

Pembahasan lebih lengkap tentang jalur ini ada di artikel saluran distribusi dan distribusi tidak langsung.

Selain berdasarkan jalurnya, strategi distribusi juga bisa dibedakan dari jumlah perantara yang dipakai:

  • Distribusi intensif. Produk disebar ke sebanyak mungkin outlet, misalnya produk kebutuhan sehari-hari.
  • Distribusi selektif. Produk hanya dijual di outlet tertentu yang memenuhi kriteria, misalnya elektronik atau pakaian bermerek.
  • Distribusi eksklusif. Hanya satu atau sedikit dealer resmi di satu wilayah, misalnya kendaraan atau barang mewah.

Cara MileApp membantu kegiatan distribusi

Tujuan distribusi lebih mudah tercapai jika operasional di lapangan terpantau. MileApp membantu perusahaan distribusi merencanakan rute pengiriman, memantau posisi armada secara real-time, mencatat bukti pengiriman digital, dan mengelola kunjungan sales ke toko dalam satu aplikasi. Dengan data yang tercatat rapi, manajer bisa melihat toko mana yang stoknya perlu diisi dan rute mana yang perlu diperbaiki. Pelajari juga strategi distribusi cerdas untuk bisnis Anda.

FAQ seputar tujuan distribusi

Apa tujuan utama distribusi?

Tujuan utama distribusi adalah menyalurkan produk dari produsen ke konsumen agar tersedia di tempat, waktu, dan jumlah yang tepat. Dari tujuan utama ini muncul tujuan turunan, seperti menekan biaya dan waktu pengiriman, menjangkau pasar yang lebih luas, menjaga efisiensi rantai pasok, dan meningkatkan penjualan perusahaan.

Apa yang dimaksud dengan distribusi?

Distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Penyaluran ini bisa dilakukan langsung oleh produsen atau melalui perantara seperti distributor, agen, grosir, dan pengecer. Kegiatan distribusi mencakup pengangkutan, penyimpanan, penjualan, hingga penyebaran informasi produk ke pasar.

Apa perbedaan tujuan dan fungsi distribusi?

Tujuan distribusi adalah hasil yang ingin dicapai, misalnya produk selalu tersedia dan penjualan meningkat. Fungsi distribusi adalah kegiatan yang dijalankan untuk mencapai tujuan itu, seperti pengangkutan, penyimpanan, pengemasan, dan penjualan. Singkatnya, fungsi adalah cara kerjanya, sedangkan tujuan adalah sasarannya.

Apa saja jenis distribusi?

Berdasarkan jalurnya, distribusi terbagi menjadi tiga jenis: distribusi langsung (produsen ke konsumen), distribusi semi langsung (melalui satu perantara milik atau mitra dekat produsen), dan distribusi tidak langsung (melalui distributor, grosir, dan pengecer). Berdasarkan strateginya, ada distribusi intensif, selektif, dan eksklusif.

Siapa saja pelaku distribusi?

Pelaku distribusi adalah pihak yang terlibat dalam penyaluran barang dari produsen ke konsumen. Contohnya produsen, distributor, agen, grosir atau pedagang besar, dan pengecer. Penyedia jasa logistik dan ekspedisi juga berperan karena menangani pengangkutan dan penyimpanan barang di sepanjang jalur distribusi.

banner distribusi

Itu dia beberapa tujuan kegiatan distribusi yang dapat Anda ketahui. Dari memastikan ketersediaan produk hingga meningkatkan efisiensi rantai pasok, tujuan distribusi ternyata melibatkan berbagai aspek. Seluruhnya bekerja bersama untuk memastikan produk Anda mencapai konsumen dengan cara yang paling efektif dan efisien. Mengingat saat ini banyak otomatisasi dapat digunakan, field app MileApp dapat Anda gunakan untuk membuat kegiatan distribusi semakin efektif dan hemat biaya. Yuk, isi formulir di bawah ini!

Sumber:

  • Finance.detik.com
  • iu.pressbooks.pub